Showing posts with label TNI-AD. Show all posts
Showing posts with label TNI-AD. Show all posts

Monday, August 31, 2009

TNI Tambah 600 Prajurit Amankan PT Freeport


Biak (ANTARA News) - Sedikitnya 600 prajurit TNI AD akan diperbantukan mengamankan areal kerja PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Timika, Papua mulai 2 September 2009.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ahmad Yani Nasution di Biak, Senin, mengatakan, penempatan ratusan prajurit TNI itu atas permintaan Polri dalam upaya memulihkan situasi Kamtibmas di areal PT.Freeport.

"Ke-600 prajurit TNI AD tambahan itu akan bertugas secara efektif 2 September," kata Mayjen AY Nasution.

Ia mengakui, prajurit TNI AD yang diperbantukan mengamankan Freeport dipersiapkan untuk menghadapi kelompok separatis (TPN/OPM) yang sering mengganggu keamanan masyarakat setempat, khususnya di sekitar Freeport.

Nasution belum memastikan sampai kapan prajurit tambahan itu akan bertugas di Freeport, yang jelas sampai situasi keamanan di sana benar-benar pulih.

Menyinggung situasi keamanan di Papua dan Papua Barat, Pangdam Nasution mengemukakan, sampai saat ini tetap kondusif. Aktivitas warga masyarakat maupun fasilitas umum berjalan normal seperti biasanya.

"Untuk wilayah teritorial Kodam XVII/Cenderawasih situasi aman dan terkendali," ujar Nasution

Sunday, August 23, 2009

BRIGIF LINUD 18 LATIHAN OPERASI LINTAS UDARA

Gresik - Brigade Infanteri (Brigif) Lintas Udara (Linud) 18 Divisi Infanteri 2 Kostrad menggelar pelatihan operasi lintas udara.

Latihan itu melibatkan 41 penerjun payung yang melakukan terjun bebas dari ketinggan 8.000 feet dari atas permukaan laut.

Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 18, Eka Wiharsa, Kamis, mengatakan, tujuan operasi lintas udara ini sebagai bentuk antisipasi pengamanan baik darat maupun udara, terutama di wilayah perbatasan.

"Ini juga sebagai bentuk persiapan pasukan gerak cepat para penerjun kelompok depan operasi linud (KDOL) untuk proyeksi ketahanan dan kemanan NKRI 2010 nanti, bekerja sama dengan TNI AU," katanya.

Para penerjun diberangkatkan dari Bandara Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang dan diterjunkan di lapangan sepak bola dalam perumahan PT Petrokimia Gresik.

Ia menyebutkan dalam sekali penerbangan pesawat terbang mengangkut 20 penerjun, sehingga pada setiap hari latihan penerjunan akan dilakukan dua kali penerjunan.

Dalam penerjunan di hari pertama sedikitnya ada 26 penerjun yang diterjunkan dengan dibagi dua kelompok, kelompok pertama 13 penerjun dan kelompok kedua 13 penerjun.

Pada penerjunan kelompok pertama sempat mengalami kendala dimana dari 13 penerjun, hanya enam orang yang mendarat tepat sasaran, sedangkan tujuh penerjun lainnya mendarat di luar sasaran.

Pada penerjunan kelompok kedua, hampir semuanya bisa mendarat tepat sasaran.

Menurut Eka Wiharsa, kendala yang dialami penerjun yang mendarat tidak tepat sasaran karena pengaruh tingkat kecepatan angin.

"Kecepatan angin selalu berubah-ubah dan untuk kategori aman pelaksanaan latihan terjun payung antara tujuh sampai 10 knot, sedangkan di atas 10 hingga 15 knot berbahaya bagi penerjun," katanya.

Pelatihan penerjunan penyegaran ini sudah keempat kalinya digelar, diawali Yonif Linud 502 di Jabung, Malang dengan 576 peserta.

Kemudian, Yonif Linud 501 di Madiun dengan 556 penerjun, dan Yonif Linud 503 di Mojosari, Mojokerto, dengan 525 penerjun.

Terakhir, Brigif Linud 18 Divisi Infanteri 2 Kostrad dengan 41 penerjun.

Thursday, August 20, 2009

Presiden Yudhoyono Terima Brevet Kehormatan Kopassus


Jakarta,(ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Brevet Komando Kehormatan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), karena yang bersangkutan dinilai telah memberikan dukungan dan pengabdian terbaik kepada korps baret merah tersebut.

Upacara penyematan Brevet Komando Kehormatan tersebut dipimpin Presiden Yudhoyono di Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta, Kamis. Penyematan Brevet Kehormatan Komando dilaksanakan oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo.

Hadir dalam upacara tersebut Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Kepala Staf Umum TNI Laksamana Madya TNI Didiek Heru Purnomo, Komandan Pasukan Khas TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Harry Budiono dan jajaran TNI lainnya.

Sebelum penyematan, Presiden Yudhoyono didampingi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo dan Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo menyaksikan demonstrasi keterampilan prajurit Satuan Penanggulangan Teror-81 Kopassus.

Peragaan kemampuan tempur itu bertujuan memberikan gambaran tentang kesiapan Kopassus menghadapi setiap ancaman yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia.

Usai penyematan Brevet Kehormatan Komando, Presiden Yudhoyono memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit Korps Baret Merah.

Saturday, August 15, 2009

TNI AD Aktifkan Lagi Satuan Anti Teror

VIVAnews - TNI Angkatan Darat membentuk kembali satuan anti teror yang sempat dinonaktifkan. Upaya ini dilakukan untuk membantu kepolisian memerangi terorisme.

Pembentukan desk anti teror ini sesuai dengan UU Nomor 34 Tahun 2000 tentang TNI. Pembentukan deks ini jyga berkaitan dengan perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar seluruh aparat keamanan dan pertahanan ikut memerangi terorisme.

Pada 17 Juli 2009 lalu, bom bunuh diri kembali meledak di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Akibat ledakan tersebut sembilan orang tewas dan 55 lainnya mengalami luka-luka.

Dalam deks anti teror ini fungsi intelijen dan Babinsa diaktifkan kembali untuk memantau gerak gerik teroris di Indonesia, sehingga dapat membatasi ruang gerak teroris. Intelijen dan Babinsa akan melakukan pencatatan dan pendataan, sehingga bila sewaktu-waktu Polri meminta bantuan, maka desk anti teror ini bisa segera bekerja sama.

Pembentukan kembali desk anti teror ini disampaikan Aspam KSAD Mayor Jenderal TNI Hendarji Supandji, dalam pemeparan tentang desk anti teror yang dihadiri 400 peserta di Aula Sudirman, Kodam Jaya, Jakarta, Senin 3 Agustus 2009.

Hadir dalam acara itu Komandan Pusat Intelijen TNI AD Brigjen Ngakan Gede Sugiarta, KSAD Brigjen TNI AD Moeldoko dan seluruh komandan satuan Kodam Jaya, aparat intelijen, dan Babinsa.

Thursday, August 13, 2009

TNI Segera Bentuk 2 Batalyon di Kalteng

TNI Angkatan Darat akan menambah kekuatan pasukan dengan membentuk dua batalyon pasukan tempur di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Rencana pembentukan dan pengembangan satuan ini sesuai dengan rencana strategis TNI AD," kata Komandan Komando Resort Militer Panju Panjung, Kolonel Rudiono Edi, kepada pers di Kuala Kapuas, Selasa.

Dikatakannya, pembentukan batalyon baru ini akan bermarkas di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), untuk mengamankan wilayah Barito yang diberi nama Batalyon 632 Panglima Batur, berkekuatan seribu personel. Kemudian satu batalyon 633 rencananya bermarkas di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan nama batalyon ini masih belum dibuat.

Selain itu kata Rudiono, dalam waktu dekat ini juga akan dibentuk satuan komando kewilayahan yang di prioritaskan untuk kabupaten pemekaran yang telah disediakan lahan untuk pendirian bangunan Kodim dan Koramil dari pemerintah daerah setempat.

Wilayah kabupaten pemekaran yang akan segera dibangun dan dibentuk Komando Distrik Militer (Kodim) yakni di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) dan Kabupaten Murung Raya (Mura). Menurut Rudiono pembentukan satuan pasukan ini berdasarkan sudut pandang seberapa besar ancaman bahaya terhadap keutuhan Negara Kesatuan Repiblik Indonesia (NKRI) yang kemungkinan akan muncul.

Di dalam Undang-Undang TNI katanya, selain ada operasi militer dengan perang ada ada juga operasi militer selain perang. Operasi militer selain perang katanya adalah membantu pemerintah daerah dan kepolisian dalam menghadapi ancaman seperti bencana alam, banjir, kabut asap.

Untuk menghadapi segala ancaman seperti itu, tentunya dibutuhkan personel TNI AD yang banyak, sedangkan dengan jumlah personil yang ada sekarang ini tentunya TNI AD tidak akan mampu. Rudiono menambahkan pembentukkan ini juga untuk membantu kebutuhan dari pemerintah daerah dalam kegiatan bela negara.

650 Prajurit TNI Berangkat ke Perbatasan RI-Malaysia

Sebanyak 650 prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 611/Awanglong Kodam VI/Tanjung Pura, Rabu (12/8), meninggalkan pangkalannya di Samarinda untuk berangkat ke perbatasan Indonesia-Malaysia.

"Para prajurit yang berangkat tersebut untuk menunaikan tugas negara menjaga perbatasan RI-Malaysia dengan menggunakan kapal Pelni KM Tidar di pelabuhan Semayang Balikpapan," kata Kepala Seksi Analisa dan Informasi (Kasi Lisainfo) Penerangan Kodam (Pendam) VI/Tanjung Pura, Mayor Infanteri Achmad Amin, di Balikpapan, Rabu (12/8).

Keberangkatan 650 personel Yonif 611/Awanglong tersebut untuk menggantikan Yonif 613/Raja Alam yang sudah bertugas selama 13 bulan di perbatasan RI-Malaysia. "Tugas para prajurit yang diberangkatkan ini, termasuk menjaga perairan Karang Unarang yang menjadi sengketa antara pemerintah RI dengan Malaysia," kata Achmad.

KM Tidar yang membawa yang membawa 650 prajurit Yonif 611/Awanglong akan berlayar menuju Kota Tarakan, selanjutnya ke Kota Nunukan dengan lama berlayar kurang lebih selama 28 jam. "Setibanya di Kota Nunukan para prajurit nantinya akan melaksanakan serah terima tugas pengamanan perbatasan dengan pasukan yang akan diganti yakni pasukan Yonif 613/Raja Alam," katanya.

Pelepasan secara resmi 650 personel tersebut dilakukan oleh Pangdam VI/Tanjung Pura Mayjen TNI Tono Suratman pada Selasa (11/8) di Samarinda.